
Melihat Lebih Dekat Latgab Hanudnas Tutuka XXXII di Hang Nadim Batam
Sejak 15 September hingga 20 September 2008, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menggelar latihan gabungan pertahanan udara nasional (Latgab Hanudnas) Tutuka XXXII di wilayah udara selat Malakan dan Laut China Selatan dengan berpangkalan di Bandar Hang Nadim Batam.
Di latgab itu diikuti dua skuadron, salah satunya Skuadron I Pontianak, Kalimantan Barat.
Jamil, Batam
jamil@batampos.co.id
Siang kemarin, dua di antara lima pesawat tempur Hawk 109/209 buatan Inggris masih berdemonstasi di udara, semantara 7 pesawat tempur lainnya (lima diantaranya pesawat tempur F-5) sudah terparkir di Bandara Hang Nadim. Hanya saja, di setiap pesawat yang sudah terparkir terlihat sejumlah mekaniknya sedang memperbaiki mesin pesawat yang baru selesai mengudara.
Memang siang itu, tak banyak orang yang tahu kalau di bandara itu sedang ada latihan gabung dengan pesawat tempur dengan peratalan canggih. Misalnya, pesawat tempur Hawk 109/209 yang memiliki rudal R to R atau dari udara ke udara.
Komandan Skuadron I Pontianak, Letkol PNB Nurtantio Affan ditemui di sela-sela latihan mengatakan latihan gabungan yang dilakukan ini merupakan latihan rutin di antara skuadron untuk mempertahankan wilayah kedaulatan udara Indonesia. ''Kebetulan Latgab yang dilakukan di Batam ini diikuti 2 skuadron yakni skuadron 14 dan skuadron 1 dari Pontianak, dan saya membawahi skuadron 1 dari Pontianak,''kata menantu M Sadik pensiunan pegawai Otorita Batam ini.
Alumni Akabri 91 ini mengaku, sejak mulai terbang hingga saat ini ia sudah mengantongi 3.000 jam terbang. Khusus untuk pesawat tempur Hawk 109/209 ia sudah mengantongi 1.000 jam terbang.''Sejak di Pontianak delapan tahun lalu saya sudah menerbangkan pesawat tempur Hawk 109/209,'' katanya.
Sejak berdinas pertama kalinya tahun 1991 di Skuadron 11 di Makassar, bapak dua anak ini sudah menerbangkan dua jenis pesawat tempur yakni pesawat tempur jenis A-4 Sky Hawk buatan Amerika Serikat dan Hawk 109/209 buatan Inggris. Saat penerbangkan pesawat tempur ia tidak mengaku tidak pernah mengalami gagal terbang atau pesawatnya rusak. Maklum katanya, semua pesawat tempur yang ia piloti semuanya keluaran terbaru. Bahkan saat ini, pesawat tempur Hawk 109/209 yang ia piloti juga keluaran terbaru. ''Jadi sejak saya menerbangkan pesawat hingga saat ini aman-aman saja,'' terang suami Mega Ariani ini.
Kedua pesawat tempur itu memiliki kelebihan masing-masing. Kalau A-4 Sky Hawk termasuk pesawat tempur generasi pertama. Sedangkan pesawat Hawk 109/209 selain memiliki rudak dengan jelaja udara ke udara juga memiliki avionix jenis terbaru.
Dengan membawa 50 personil dari Skuadron I ini, ia tetap percaya diri menerbangkan pesawat tempur dengan jenis. Baginya, latihan terbang di udara sudah makanan sehari-hari. ''Untuk mementenance kemampuan terbang, kita harus terbang tiap hari. Meskipun kita tidak tahu kapan terjun untuk bertempur langsung, namun bagi kami latihan terbang di udara setiap harus dilakukan,'' terangnya.
Pria kelahiran Jawa Timur 1968 ini, mengawali karirnya sebagai penerbang di Suakdron 11 Makassar 1991-1993. Selanjut ia pindah tugas di Skuadron 12 Pekanbaru hingga 1995. Kemudian ia kembali ke Skuadron 11 hingga 1996, setelah itu balik lagi ke Skuadron 12 di Pekanbaru. Pada tahun 1998 ia diangkat menjadi instruktur dan pelatih penerbang di Yogyakarta. Sejak 2000, ia bertugas di
Skuadron 1 Pontianak hingga saat ini dengan jabatan Komandan Skuadron 1. Komandan Skuadron yang dijabatnya sejak delapan bulan lalu itu, setingkat dengan Komandan Lanud Tanjungpinang.
Baginya, meski belum pernah bertugas di Batam, namun ia sudah akrab di Batam, maklum sejak menikah di Batam dengan orang Batam tahun 1996 lalu, ia tak jarang berkunjung ke rumah mertuanya di Jalan Mendut 11 Batam. ''Kedua anak saya juga lahir di Batam,'' katanya. (jaq)
Jumat, 10 Oktober 2008
Tak Tahu Kapan Bertempur, Tiap Hari Tetap Terbang
Senin, 18 Februari 2008
Bisa Bezuk Asal Tak Ambil Gambar

Dari Kunjungan ke Tahanan TKI di Melaka
Gedung Jabatan Penjara (rumah tahanan) Malaysia di Machap Umboo, Melaka terlihat sangar. Bangunannya tua dan dikelilingi pagar berduri. Bangunan ini menjadi salah satu tempat menahan para Tenaga Kerja Asing (TKA) termasuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tak memiliki dokumen lengkap.
jamil@batampos.co.id
Pada Jumat (15/2) pukul 11.30 waktu setempat, saya bersama rombongan Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Kepri, tiba di rumah tahanan Malaysia di Machap Umboo, Melaka, Malaysia.
Rumah tahanan ini difungsikan sebagai tempat tahanan sementara bagi tenaga kerja asing (termasuk TKI asal Indonesia) yang ditangkap oleh Rela Malaysia kerena tak memiliki dokumen lengkap.
Di sisi pintu gerbang penjara ini terlihat jelas papan nama bertulis Jabatan Penjara Malaysia Machap Umboo, Melaka. Tak ada tulisan tempat tahanan
Sementara bagi tenaga kerja asing. Namun bagi Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri Melaka, tempat itu diperuntukkan sebagai tahanan para tenaga kerja ilegal, atau di Malaysia dikenal dengan sebutan Depot Tahanan Pendatang Tanpa Izin.
Di Melaka sendiri ada lima Depot Tahanan Pendatang Tanpa Izin, salah satunya adalah Depot Tahanan Pendatang Tanpa Izin Machap Umboo, Melaka.
Saat turun dari mobil, rombongan langsung disambut Kepala Jabatan Penjara Malaysia di Machap Umboo, Melaka, Shukri bersama pejabat lainnya. Para rombongan MPW PP dan wartawan dari media cetak dan elektronik diarahkan ke teras kantor Jabatan Penjara Malaysia.
Penyambutan sederhana di teras kantor, Shukri langsung memperkenalkan diri, begitu juga rombangan MPW PP Provinsi Kepri yang dipimpin Muhammad Banjir Simarmata dan juga diikuti Ketua DPRD Provinsi Kepri Nur Syafriadi sebagai Majelis Pembina Organisasi MPW PP Provinsi Kepri.
Di sela-sela perkenalan itu, rombongan MPW PP Provinsi Kepri menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan ke rumah tahanan. Pasalnya, sebelum ke tempat itu, para rombongan sudah mendapat izin dari Ketua Menteri Melaka Datuk Sri H Mohd Ali Bin Rustam (di Indonesia setingkat gubernur) agar diberi izin berkunjung ke tahanan TKI di Melaka.
Setelah dilakukan perkenalan beberapa menit, Shukri memberikan izin mengunjungi tempat tahanan para TKI, asal para rombongan tidak mengambil gambar (memfoto atau merekam) . ‘’Kami mengizinkan masuk asal tidak ambil gambar,’’ katanya mewanti-wanti kepada rombongan apalagi dari media cetak dan elektronik.
Dengan alasan itu, para rombongan mengiyakan tidak akan mengambil gambar apapun di dalam tahanan selama membezuk.
Setelah itu, rombongan MPW PP Provinsi Kepri didampingi Shukri menuju tahanan yang berjarak hanya belasan meter di depan kantor rumah tahanan. Untuk masuk, rombongan harus melewati pos penjaga, kemudian lewat di pintu masuk yang ukurannya kira-kira 40 centimeter. Pintu masuk ini menyatu dengan pagar besi setinggi kira-kira 175 centimeter yang khusus untuk memagari blok tahanan dari komplek kantor rumah tahanan. Di atas pagar besi ini juga dipasangi kawat berduri, yang bertujuan agar para tahanan tidak bisa keluar dari blok masing-masing.
Di rumah tahanan ini bangunannya ada lima blok, namun yang difungsikan hanya dua blok yakni blok C dan blok D. Pasalnya, bangunan itu di sana-sani terlihat sudah dimakan usia dan bangunannya pun diibiarka tak dicat. Berbeda dengan kantor rumah tahanannya yang catnya kuning mudah.
Bahkan dari lima blok yang bisa menampung 2.000 tahanan hanya dua blok yang berfungsi yang lainnya lapuk dimakan usia. ‘’Rumah tahanan ini tidak lama lagi akan diambil-alih oleh Rela,’’ kata Shukri.
Blok-blok yang dihuni tahanan itu adalah bahan bangunannya dari kayu yang berlantai dua dengan beratap seng yang sudah berkarat. Bukan layaknya rumah tahanan seperti di Indonesia yang terbuat dari rumah batu.
Setelah memasuki pintu masuk, para rombongan harus berjalan lagi sekitar 50 meter untuk memasuki blok. Masing-masing blok dipagari besi dan kawat berduri, tak bisa langsung menyeberang ke blok lainnya. Jadi untuk masuk ke masing-masing blok harus lewat di pintu-pintu blok yang sudah dijaga personel rumah tahanan dan Rela.
Untuk masuk di blok B tempat tenaga kerja wanita ditahan, rombongan harus masuk lewat pintu blok lagi. Pintu blok ini dijaga personel rumah tahanan dan Rela khusus dari wanita.
Semua tahanan di lantai satu blok ini dikumpul jadi satu tempat. Bangunan ini tidak dilengkapi sekat-sekat, layaknya seperti kamar-kamar di dalam blok, ataupun jeruji besi sebagi pembatas antara tahanan satu dengan tahanan lain. Ruang lantai satu yang panjangnya kira-kira 50 meter ini pandangan kita langsung ke unjung dinding blok bangunan. Lantainya pun tidak dilengkapi alas tikar, hanya beralas papan. Di sudut ruangan itu hanya tersedia sejadah dan perlengkapan salat lainnya.
Saat para TKW yang ditemui di lantai satu blok tersebut, terlihat pakain yang dikenakan sudah lusuh, tak ada pakain ganti.
Sebagian rombongan yang melihat para TKW itu, secara spontan mengucapkan astagafirullah, sambil geleng-gelang kepala. Dan para TKW ini pun langsung tertunduk dan menangis saat mengetahui bahwa yang datang membezuknya itu adalah anggota Pemuda Pancasila dari Indonesia dan pejabat di Provinsi Kepri.
Bahkan Ketua DPRD Provinsi Kepri Nur Syafriadi, matanya sempat berkaca-kaca menyaksikan para TKW tersebut. Begitu juga Ketua MPW PP Provinsi Kepri Muhammad Banjir Simarmata. Melihat demikian, Banjir langsung meminta para TKW mengangkat tangan dan menjelaskan kenapa sampai bisa ditahan di rumah tahanan Malaysia di Machap Umboo, Melaka. Satu-satu para TKW itu menyebutkan alasan mereka ditangkap. Bahkan ada salah seorang warga Indonesia asal Medan yang ditangkap ketika membawa ibunya berebot ke Melaka.
”Saya ditangkap ketika mengantar ibu berobat ke rumah sakit di Melaka, padahal saya memiliki dokumen resmi,’’ akunya kepada Ketua MPW PP Provinsi Kepri.
Para TKW yang ditahan di blok tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Medan, Riau, Jambi, Lampung, Jawa dan daerah lain di Indonesia.
Setelah berdialog kira-kira lima menit, para TKW diminta bersabar dan mudah-mudahan bisa secepatnya dipulangkan ke Indonesia.
Selanjutnya rombongan, berlanjut ke blok C, tempat para TKI khusus laki-laki ditahan. Kondisi di blok ini tidak jauh berbeda dengan blok yang dihuni para TKW di blok B.
Sukiman (33) TKI asal Gresik, mengaku setiap hari mereka diberi jatah makan dua kali sehari dengan lauk seadanya, seperti ikan kering. Kalau sarapan mereka hanya diberi dua keping biskuit dan kadang-kadang dikasih roti saja.
”Tak pernah saya bayangkan nasib TKI kita akan diperlakukan seperti ini. Kalau melihat seperti ini rasa nasionalisme kita pasti bangkit,’’ kata Ade P Nasution, Ketua Litbang MPW PP Provinsi Kepri yang ikut menyaksikan langsung para TKW yang ditahan tersebut.
Dari 126 tenaga kerja asal Indonesia yang ditahan di rumah tahanan itu, 50 orang di antaranya adalah wanita.
Dalam panelusuran Batam Pos, penjara ini pengamanannya superketat. Untuk sampai ke gedung tahanan tenaga kerja asing, para pengunjung setidaknya harus melewati tiga pos penjagaan, ditambah lagi setiap blok dilengkapi pintu masuk yang digembok dan dijaga ketat. (jaq)
Senin, 04 Februari 2008
Jalan Panjang Perayaan Imlek
Lahir dari Gagasan Kaisar Kuning
Bagi etnis Tionghoa yang menganut agama Khonghucu, perayaan Imlek merupakan hari raya besar agama yang harus dirayakan setiap tahunnya. Bagaimana perjalanannya hingga sekarang?
Jamil, Batam
Jamil@batampos.co.id
Imlek atau Yin-li-xin-nian adalah sistem penanggalan yang dikenal masyarakat Tionghoa dari turun temurun. Jika di agama Islam sistem penanggalannya Hijriyah dan agama Nasrani sistem penanggalannya Masehi, maka agama Khonghucu sistem penanggalannya adalah Imlek yang perhitungannya menganut sistem lunar dan solar.
Pengamat Agama Khonghucu Indonesia Anly Cenggana SH kepada Batam Pos, Rabu (30/1) mengatakan dalam sejarah penanggalan Imlek kini telah memasuki usia 4.706 tahun, namun realitanya hari raya Imlek saat ini sudah akan memasuki tahun ke-2559, Kamis (7/2).
Menurut pria asal Karimun ini, sejarah penanggalan Imlek penggagasnya adalah Kaisar Kuning atau Huang Di Ji Xuanyuan yang memerintah 2698-2598 SM. Kemudian gagasan Kaisar Kuning ini diteruskan Dinasti Xia (2205-2197 SM) dengan kaisar bernama Da Yu yang juga merupakan salah satu Nabi dalam agama Khonghucu.
Pada zama Dinasti Xia hingga Dinasti Qin (221-207 SM), sistem penanggalan masyarakat Tiongkok mengalami empat macam sistem penanggalan.
Namun Nabi Khonghucu yang hidup di abad 551 SM-479 SM, menyarankan kepada negara untuk menggunakan penanggalan Dinasti Xia, pasalnya pada saat itu mayoritas masyarakat hidup dari pertanian dan awal tahun barunya jatuh pada musim semi. ”Saran Nabi Khonghuci tidak digubris pemerintah, namun saat Dinasti Qin runtuh sistem penanggalan Xia baru diresmikan negara,” jelas pria pemilik koleksi ribuan buku ini.
Dilanjutkannya, pada sama Dinasti Han (206 SM-220 M), tepatnya tahun 104 SM sistem penanggalan Xia resmi digunakan hingga saat ini.
Sedangkan untuk menghormati Nabi Khonghucu, penentuan perhitungan tahun pertamanya dihitung sejak tahun kelahiran Nabi Khonghucu (551 SM), sehingga saat ini hari Raya Imlek sudah memasuki ke-2559 pada 7 Februari mendatang.
Khusus untuk di Indonesia perayaan Imlek oleh penganut agama Khonghucu di zaman Orde Lama tidak mengalami kendala sebagaimana yang tertuang dalam No:2/OEM tahun 1946. Namun pada zaman Orde Baru mereka tidak diberi ruang untuk merayakan hari raya Imlek di tempat umum, sebagaimana yang tertuang dalam Inpres No 146 tahun 1967 tentang larangan merayakan acara keagamaan di muka umum. Selanjutnya dipertegas lagi dalam Undang-undang No 1/PNPS tahun 1965 tentang penyalagunaan agama. Kemudian disusul Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Seterusnya, disusul surat edaran Mendagri No 477/74054 tertanggal 16 November 1978 dan sejumlah peraturan lainnya.
Perayaan hari raya Imlek, baru bisa dirasakan sepenuhnya oleh penganut agama Khonghucu pada zama reformasi dengan keluarnya Inpres Presiden BJ Habibie melalui Inpres No 26 tahun 1999, dan dilanjutkan dengan Keppres tahun 2000 oleh Presiden KH Abdurahman Wachid (Gus Dur).
Kemudian pada tahun 2001 keluar keputusan Menteri Agama tentang libur fakultatif pada hari Raya Imlek, dan dilanjutkan pada zaman Megawati dengan keputusan Menteri Agama No.323, tanggal 1 Juli 2002 hari Raya Imlek dijadikan libur nasional.
Setelah itu, pada tahun 2006 Menteri Agama dengan surat MA/12/2006, menyelesaikan legitimasi umat Khonghucu, dan ditindaklanjuti surat edaran Mendagri tentang Pencatatan Perkawinan penganut agama Khonghucu di kantor catatan sipil di seluruh Indonesia.
Dengan jalan yang berliku dan panjang ini, umat Khonghucu di Indonesia baru bisa melaksanakan perayaan Imlek secara meriah di tempat umum. ”Dulu umat Khonghucu hanya bisa merayakan Imlek di tempat tertentu saja, dengan perayaan yang sangat sederhana. Kini sudah bisa rayakan di tempat umum,” terangnya.
Tradisi Sakral di Perayaan Imlek
Sementara itu, bagi umat Khonghucu meyakini ada beberapa kegiatan yang sangat sakral dilakukan di saat hari Raya Imlek.
Di antaranya, sembahyang Dewa Dapur. Umat Khonghucu menggelar sembahyang Dewa Dapur ke khayakangan dengan cara membakar kertas yang tergambar kuda terbang di kertas tersebut. Hal itu bertujuan untuk melaporkan kejadian-kejadian selama setahun yang kepada penguasa khayangan/Thian Kong.
Selanjut, hari pesaudaraan. Notaris di Batam ini, menyebutkan dalam agama Khonghucu mengajarkan bahwa seorang yang penuh cinta kasih menggunakan harta untuk mengembangkan diri. Seseorang yang tidak berperi cinta kasih mengabdikan dirinya untuk menumpuk harta.
”Ini diartikan bahwa kita dituntut untuk menjalin persaudaraan, dan saling tolong menolong sesama saudara,” ungkapnya.
Di hari persaudaraan semua keluar yang ada di perantauan diwajibkan pulang ke kampung halaman berkumpul bersama saudaranya masing-masing. Ini menunjukkan pentingnya tali persaudaraan di antara keluarga dan kerabat.
Kemudian juga dikenal dengan tradisi sakral sembahyang leluhur, dan dilanjutkan penyambutan kedatangan dewa, sembahyang kebesaran tahunan. Dan pada hari ke-15 hari raya Imlek digelar acara cap go meh. Acara cap go meh ini adalah acara penutupan seluruh acara dalam perayaan Imlek. Dalam acara cap go meh ini, biasanya juga digelar acara barongsai dan menggelar beberapa tradisi Tionghoa lainnya.
Selain, saat perayaan Imlek juga dianjurkan bersih-bersih rumah, memenuhi semua kebutuhan pokok di rumah. Misal sembako dianjurkan tersedia semuanya di saat hari raya Imlek. Kemudian membuat kue keranjang (ti kue = kue manis) yang lengket. Kue ini lambang persatuan, agar sesuatu kehidupan yang baik dalam kehidupan akan berlanjut di tahun berikutnya.
Kemudian, saling kunjung mengunjungi. Yang mudah wajib mengunjungi keluarga yang tua. Dalam ajaran Khonghucu disebutkan dalam sebuah keluarga ada seorang petuah lebih berharga dari sebuah permata.
Ini menandakan pentingnya orang tua memberikan wejangan kepada anak-anaknya agar kehidupannya di tahun baru lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.
Selanjutnya, juga ada tradisi pemberian angpao (amplop) dari orang yang sudah berkeluarga kepada anak-anak atau mereka yang belum berkeluarga.
''Bagi mereka yang hidupnya sudah mapan namun belum berkeluarga, tidak berhak memberikan angpao namun untuk memberikan bingkisan kepada orang lain sah-sah saja,'' katanya.
Dulu, angpao berisi uang yang masih baru dan terdiri atas dua lembar. Namun sekarang, terutama anak-anak tidak menghiraukan kualitas uang. Yang penting nilai uang tersebut, begitu kata anak-anak zaman ini.
Nah, jumlah isi angpao biasanya tergantung kepada tingkat ekonomi masing-masing keluarga.
Tradisi lainnya adalah, tepat pada hari raya Imlek orang membakar petasan atau mercon. Ini merupakan simbol kegembiraan karena rezekinya bertambah. Ada pula yang memanggil barongsai tanda mengundang rezeki dan menolak bala. Dan mengenai tradisi saling mengunjungi menyambut Imlek ini berlangsung selama 15 hari dan berakhir pada saat perayaan cap go meh (hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek).
Makna Sajian
Saat perayaan Imlek berbagai sajian jadi menu wajib dan mempunyai makna tersendiri dari aneka sajian tersebut.
Misalnya buah jeruk. Buah jeruk ini melambangkan sari kehidupan, buah biji yang menyatu dengan daging dan isi seperti delima, srikaya melambangkan tidak terputus keturunan. Selanjutnya, pisang melambangkan bersatu padu tidak bercerai berai.
Selain itu ada juga sajian Fuk Lu Shou. Fuk diartikan rezeki, dilambangkan kue mangkok yang dibuat dari tepung beras supaya mendapatkan cukup pangan. Lu diartikan keberuntungan yang berlimpah di luar kebiasaan. Ini seperti dengan kue wajik yang berbentuk kerucuk terbuat dari ketan dan gula merah yang melengket yang dilambangkan bersatu padu memuja Tuhan. Sedangkan Shou berarti panjang umur. Ini dilambangkan dengan kue tok/kue ku berbentuk kura-kura karena kura-kura memiliki umjr panjang.
Ketiga unsur Fuk Lu Shou dengan lafal Tionghoa Fuk Lu Tong Hai, Shou Pi Nan San artinya rezeki berlimpah bagaikan laut timur dan umur panjang seperti gunung selatan.
Dari sekian banyak perayaan Imlek tersebut, meunrut Anly Cenggana, setidaknya Imlek memiliki makna untuk mengingat kebesaran Tuhan sebagai Sang Pencipta jagad raya. Kemudian sebagai prilaku bakti tidak melupakan leluhur meski amat jauh jaraknya namun ikatan batin tetap menyatuh. Terakhir terus mengedepankan tenggang rasa dalam kepedulian sosial. (jaq)
Kamis, 03 Januari 2008
Gendong Aku Sebelum Kau Menceraiku
Cerita dari seorang teman di milis. Berikut ceritanya:
Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin
berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir
air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.
Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.
Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yang cerah.
Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.
Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku
telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.
Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli
beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.
Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama.
Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah
hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa
yang akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia
percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku
tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama."
Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.
"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut,"kenapa? "
"Aku serius."
Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki- laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.
Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.
Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku.
Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."
Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.
Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali"
Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk,
lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke
kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"Kelihatann ya tidaklah sulit membopongmu sekarang"
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya
keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok.
Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati.
Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit ,tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.
Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius".
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.
"Kamu tidak demam".
Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku cuma bisa bilang maaf
padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu"
Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.
Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."
Kisah Wanita yang Selalu Berbicara Dengan Bahasa Al-Qur'an
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke
makam Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak
seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.
Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan
Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an.
Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena
tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Abdullah : "Assalamu'alaikum warahma wabarakaatuh. "
Wanita tua : "Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58) (artinya
: "Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih")
Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"
Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 )
("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")
Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.
Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami
ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1) ("Maha suci Allah yang telah
menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa")
Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan
hendak menuju ke masjidil Aqsa.
Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"
Wanita tua : "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) ("Selama tiga
malam dalam keadaan sehat")
Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"
Wanita tua : "Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79) ("Dialah
pemberi aku makan dan minum")
Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"
Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS.
Al-Maidah : 6) ("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")
Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya? "
Wanita tua : "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187)
("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"
Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun 'aliim."
(QS. Al-Baqarah : 158) ("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")
Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"
Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS.
Al-Baqarah : 184) ("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu
mengetahui")
Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"
Wanita tua : "Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS.
Qaf : 18) ("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib
Atid")
Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap
seperti itu?"
Wanita tua : "Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal
fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36) ("Jangan
kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan
hati, semua akan dipertanggung jawabkan")
Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."
Wanita tua : "Laa tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum."
(QS.Yusuf : 92) ("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah
mengampuni kamu")
Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk
melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."
Wanita tua : "Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah. " (QS Al-Baqoroh :
197) ("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya" )
Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :
Wanita tua : "Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim. " (QS. An-Nur :
30) ("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")
Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia
mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena
unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi.
Wanita tua : "Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum."
(QS. Asy-Syura' 30) ("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu
sendiri")
Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."
Wanita tua : "Fa fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79) ("Maka kami telah
memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")
Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.
Abdullah : "Silahkan naik sekarang."
Wanita tua : "Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu
muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun. " (QS. Az-Zukhruf : 13-14)
("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya
tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")
Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat
kencang. Wanita tua itu berkata lagi.
Wanita tua : "Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19)
("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")
Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair,
Wanita tua itu berucap.
Wanita tua : "Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil : 20)
("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")
Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."
Wanita tua : "Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269)
("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")
Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?"
Wanita tua : "Laa tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS.
Al-Maidah : 101) ("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan
menyusahkanmu" )
Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.
Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua : "Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi :
46) ("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")
Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.
Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua : "Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16)
("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")
Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah
haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya
menuju perkemahan.
Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua : "Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125)
("Kami jadikan Ibrahim itu sebagai yang dikasihi") "Wakallamahu musa
takliima" (QS. An-Nisa' : 146) ("Dan Allah berkata-kata kepada Musa") "Ya
yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12) ("Wahai Yahya pelajarilah
alkitab itu sungguh-sungguh" )
Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah
anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti
bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang
maka berkatalah wanita itu.
Wanita tua : "Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati
falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS.
Al-Kahfi : 19) ("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan
membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa
makanan itu untukmu")
Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu
menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :
Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah"
(QS. Al-Haqqah : 24) ("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal
yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")
Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya
sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."
Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :
"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya
berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya karena khawatir salah
bicara."
Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya
saya pun berucap :
"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid :
21) ("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah
adalah pemberi karunia yang besar")
[Disarikan oleh: DHB Wicaksono, dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid
Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168] dari Situs Al-Muhajir]